Day 1.
I may not be a very religious person, as often times I slipped over my prayer's time. Tapi ya Allah...sungguh aku berterimakasih atas karunia-Mu, sehingga aku masih bisa merasakan bulan puasa alias bulan Ramadhan kembali tahun ini, tahun masehi ke 2009 alias 1430 H tahun Hijriyah. Tahun kedua aku merasakan puasa di negeri rantau, jauh dari mana-mana, jauh dari siapa-siapa.
Kalau mau dihitung-hitung, sudah tiga kali ini aku merasakan bulan puasa tidak bersama keluarga. Yang pertama sekali...waktu aku masih muda, masih berumur 19 tahun, dan mengikuti program Singapore International Foundation. Kala itu masih lumayan, karena di Singapura ada banyak muslim. Yang kedua, tentu saja adalah Summer 2008, di mana aku merasakan puasa di kota ini pula, Athens, Ohio. Baru sebentar menjejakkan kaki di Athens, kira-kira mungkin seminggu atau dua minggu, dan kemudian menyambut datangnya bulan Ramadhan. Waktu itu aku masih tinggal bersama Tsuroyya, and yup of course she helped me a lot. Tahun ini, berdebar rasanya menanti bagaimana puasa di summer 2009 akan berjalan. Mungkin tidak akan teman sekamar yang membangunkan aku disaat sahur, tapi rasanya akan ada banyak hal dan banyak teman yang menemani.
Malam ini, malam pertama tanggal 1 Ramadhan. Hening dan sepi, apalagi setelah aku mematikan tv yang melulu membahas tentang fashion dan musik. Gerah juga ya lama- lama menyaksikan deretan model-model ceking memperagakan baju ini itu dan melenggak lenggok di runway. Aku memutuskan tidak pergi ke Islamic Center malam ini, karena sudah terlalu terlambat untuk pergi, selain itu....aku memang jarang pergi kesana setahun ini.
Aku memang ingin merenung, walau sebenarnya aku tak terlalu tahu apa yang mau direnungkan. Sedikit hampa sih rasanya, cuma yang kutahu...aku rindu rumah dan suasana menyambut Ramadhan disana. Mama...Papa...Depi....ahhhh, bagaimana ya Ramadhan kalian di rumah sana?
Kosong, mungkin nanti agak malaman sedikit aku harus menunaikan sholat teraweh, walau seorang diri saja. Lalu, yang paling mendebarkan dari semua adalah.....bangun di pagi buta untuk sahur dan sholat Subuh. Betapa istimewanya puasa di rumah, ada mama yang masak atau memanaskan makanan sisa kemaren malam, sementara aku tinggal berjalan ke meja makan dan membuka mulut sambil terkantuk kantuk.
Indahnya.....tapi aku pikir...Ramadhan disini bisa juga jadi indah dan menjadi cerita tersendiri...
Begini cara media bertahan
2 years ago