Monday, June 8, 2009

Kala Hujan


Waktu itu, hari-hari hujan tiada henti
turunnya di bulan September dan Oktober
kita masih duduk di antara bangku-bangku coklat itu
hanya dua di antara puluhan putih dan biru langit

Dari balik jendela kayu yang kusam
Kulihat rintik hujan berganti badai yang kemudian mereda
Indahnya hari ini, ditutup dengan wangi bumi yang menguap
tapi kau selalu tak pernah bisa melihat
indah yang sama

Tak mengapa, karena lalu
akulah satu yang menjadi peri hujanmu
Waktu itu, tak terasa satu hari di penghujung tahun milenia
itupun telah berlalu

Athens, Almost Summer 2009
In such a day that reminded me of you the most. Warm, and nice, after the Spring Rain.

2 comments:

eri sidharta said...

nice poem nyul :D love it

nurenzia said...

buat siapa hayoooo???? ingatkah kau akan waktu itu?? gak kerasa hampir 9 tahun lo nyek.